15 Agustus 2012 - 01:26
Kode berita: 336921
Ketika memasuki Masjidil Haram, Ahmadi Nejad segera dikerubuti para peziarah dan jama'ah dari berbagai negara, mereka berebutan hendak bersalaman dengan Presiden Iran yang terkenal kontroversial dengan sikapnya yang anti AS dan Zionis tersebut. Sementara yang tidak sempat mendekat, memekikkan Allahu Akbar dan mengelu-elukan Iran dan Ahmadi Nejad.
Menurut Kantor Berita ABNA, DR. Ahmadi Nejad, Presiden Republik Islam Iran dalam kunjungannya ke Arab Saudi atas undangan Raja Abdullah untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi luar biasa negara-negara muslim menyempatkan diri untuk melakukan ibadah umrah.
Ketika memasuki Masjidil Haram, Ahmadi Nejad segera dikerubuti para peziarah dan jama'ah dari berbagai negara, mereka berebutan hendak bersalaman dengan Presiden Iran yang terkenal kontroversial dengan sikapnya yang anti AS dan Zionis tersebut. Sementara yang tidak sempat mendekat, memekikkan Allahu Akbar dan mengelu-elukan Iran dan Ahmadi Nejad.
Melihat kejadian yang tidak diduga tersebut, pihak kepolisian Saudi yang mengawal Ahmadi Nejad segera memisahkan Ahmadi Nejad dari kerubutan jama'ah.
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad selama di Arab Saudi akan mengikuti KTT luar biasa di Mekkah yang diperkirakan difokuskan pada konflik Suriah, di mana Teheran dan Riyadh berposisi saling bertentangan.
Hubungan Iran-Arab Saudi saat ini juga memburuk karena minyak Saudi membanjiri pasar pada saat Iran sedang berjuang untuk menjual minyak mentahnya sendiri di bawah sanksi-sanksi Uni Eropa dan Amerika Serikat.
KTT Organisasi Kerja Sama Islam akan berlangsung Selasa dan Rabu di kota suci umat Islam, Mekkah.
"Saya berharap bahwa KTT akan fokus pada peningkatan persatuan dan menurunkan antagonisme," kata Ahmadi Nejad sebagaimana dilansir dari Fars News.